Kurikulum 2013, Pelajaran TIK dihilangkan!!
Beberapa alasan yang terungkap mengapa TIK/KKPI hilang
dari Kurikulum 2013 ketika dialog dengan Wakil Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (WAMEN) bidang Pendidikan dan Perwakilan PUSKUR (Pusat Kurikulum dan
Perbukuan) diantaranya :
- “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”
- TIK / KKPI bisa integratif (terintegrasi) dengan mata pelajaran lain
- Pembelajaran sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan TIK/KKPI sebagai Mata Pelajaran khusus yang harus diajarkan
- Jika TIK/KKPI masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan Laboratorium Komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya
- Banyak sekolah yang belum teraliri LISTRIK, jadi TIK/KKPI tidak akan bisa diajarkan juga disekolah
- Ketika diwawancarai sebuah stasiun televisi beliau (wamen) mengatakan “ Kalau hanya word dan power point sja mengapa harus diajarkan…..?”
Kurikulum 2013 tinggal
menghitung hari. Pemerintah tentunya memiliki niat untuk memperbaiki pendidikan
guna mencapai pendidikan yang bermutu dan berkualitas di masa depan. Adanya
niatan kurikulum baru, kurikulum 2013 tidak terlepas pada hal tersebut.
Beberapa mata pelajaran
mengalami perubahan. Ada mata pelajaran yang ditambah jam pelajarannya, ada
pula mata pelajaran yang disatukan dengan mata pelajaran lain, ada juga yang
bahkan dihilangkan seperti mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komputer (TIK)
baik di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga ke
Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sungguh mengagetkan TIK ini
akan dihilangkan dan diganti dengan Prakarya serta diwajibkannya Pramuka. para
guru TIK dibawah naungan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK mereka
melakukan audensi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Harapan tak jauh adalah
untuk memunculkan kembali mata pelajaran tersebut dalam kurikulum 2013.
Persepsi pemerintah
menghilangkan TIK, karena beranggapan bahwa para peserta sudah mengenal lebih
jauh teknologi seperti pemanfaat komputer, internet dan telekomunikasi. Bagi
masyarakat perkotaan hal tersebut memang bukan isapan jempol belaka, akan
tetapi bagi daerah terpencil dan kehidupan keluarga yang ekonomi kebawah hal tersebut
bisa dikatakan awam bahkan buta teknologi.
Alangkah bijaknya bila
kurikulum 2013 yang digulirkan nanti bisa memahami apa yang ada dilapangan
sekarang. Guru siap selalu atas adanya perubahan, tetapi guru juga tak pernah
lelah untuk menerima kemajuan. Hilangnya TIK ini menjadi tantangan sendiri
apakah para generasi masa depan bisa siap bersaing dengan minimnya ilmu yang
embannya. Tantangan zaman penguasaan bahasa dan teknologi harus terus
ditanamkan pada anak didik.
Alasan sesungguhnya dibalik hilangnya
TIK dari Kurikulum 2013 salah satunya adalah terdapat mata pelajaran prakarya
dan lintas peminatan. Ada tambahan beban belajar bagi siswa dan hal tersebut
berakibat harus ada mata pelajaran yang dihilangkan. Satu-satunya mata
pelajaran yang tingkat resistensinya paling rendah jika harus dihilangkan atau
dihapuskan adalah “TIK/KKPI”, Mengapa ?
TIK/KKPI adalah mata pelajaran paling muda dalam struktur kurikulum 2006 (KTSP), sehingga jika “dibunuh” dampaknya tidak akan terlalu besar (kalau yang dihilangkan sejarah/olahraga/lainnya tentu tidak akan berani) mengingat jumlah guru TIK/KKPI murni hanya berkisar 15%, sedangkan 85% sisanya akan dikembalikan ke mata pelajaran induk. Namun terfikirkankah mengapa guru Fisika mengajar mata pelajaran TIK, mungkin sebagian karena tidak adanya guru TIK, namun tidak sedikit pula dikarenakan gurunya berlebih sehingga jika harus balik ke mata pelajaran induk akan menjadi masalah baru. Meskipun akan ada revisi terhadap PP 74 mengenai beban kerja guru, tapi kita tidak tau seperti apakah revisinya.
Disisi lain, hilangnya TIK/KKPI dari kurikulum 2013 tidak hanya akan “membunuh” secara perlahan mata pelajaran TIK (kelas 8,9,11,12 masih ada TIK), akan tetapi akan “membunuh” calon-calon guru TIK yang saat ini sedang dididik di berbagai LPTK(Perguruan Tinggi) yang saat ini membuka Jurusan tersebut. Calon-calon guru TIK ini belum sempat dilahirkan oleh LPTK sudah terancam akan “di aborsi” masal.
Dalam Kurikulum 2013 khususnya di SMA/SMK terdapat peminatan IPA, IPS, Bahasa. Mengapa tidak diberikan peluang ada peminatan TIK, karena tidak sedikit siswa yang ketika lulus dari SMA/SMK langsung bekerja di bidang yang memerlukan penguasaan TIK, dan tidak sedikit pula yang melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan komputer dan informatika atau sejenisnya. Mengapa pemerintah tak memikirkan akan hal ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar